Menu

Destinasi: Kalau Mau Nonton Tari Kecak, Rombongan Raja Salman Wajib ke Uluwatu

Kalau Mau Nonton Tari Kecak, Rombongan Raja Salman Wajib ke Uluwatu

Badung – Pura Uluwatu di Bali terkenal dengan sunset cantik, serta atraksi tari Kecak yang memukau. Rombongan Raja Salman yang menontonnya pasti dibuat kagum.

Menikmati senja di Bali dengan latar laut tentu bukan hal yang asing lagi. Namun, lebih dari itu, wisatawan juga bisa menikmati tenggelamnya mentari di ufuk barat dengan iringan Tari Kecak di Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Untuk menikmati keindahan Tari Kecak dengan latar belakang laut dan sunset, wisatawan cukup merogoh kocek Rp 120.000 per orang. Rp 20.000 pertama dibayar untuk memasuki Objek Wisata Pura Uluwatu, dan Rp 100.000 dibayar untuk menikmati Tari Kecak.

Tari Kecak sendiri ialah jenis tarian Bali yang terbilang unik. Tarian ini sama sekali tidak diringi alat musik, namun diiringi oleh paduan suara sekitar 70 orang pria. Tari Kecak di Pura Uluwatu berlangsung setiap hari sejak pukul 18.00-19.00 WITa.

Tari Kecak berasal dari tarian sakral (Sang Hyang) yang menampilkan ada seseorang yang kemasukan roh dan berkomunikasi dengan para Dewa atau leluhur yang sudah disucikan.

Pertunjukan tari Kecak siap dimulaiPertunjukan tari Kecak siap dimulai Foto: (Ardan Adhi Chandra/detikTravel)

Secara umum, tarian ini menceritakan tentang epos Hindu tentang Ramayana. Tarian ini berkisah tentang bagaimana perjuangan Rama untuk menyelamatkan istrinya dari penculikan yang dilakukan oleh Rahwana.

“Ceritanya kita Ramahyana epos Hindu. Kita cerita kepahlawanan dalam epos Hindu, perjuangan Rama untuk menyelamatkan istrinya dari penculikan yang dilakukan oleh Rahwana,” kata Ketua Tari Kecak Uluwatu, I Made Sutaraya saat berbincang dengan detikTravel di Pura Uluwatu, Kabupaten Badung, Minggu (5/3/2017) sore.

Ada cerita di tiap gerakannyaAda cerita di tiap gerakannya Foto: (Ardan Adhi Chandra/detikTravel)

Ada beberapa tokoh yang ikut meramaikan kisah ini, antara lain Kijang Emas, Bhagawan, Garuda, Twalen, Truna Laksamana, Hanoman, Sinta Trijata, dan Hanoman.

“Nanti ada pasukan dipimpin Hanoman,” kata Sutaraya.

Pementasan Tari Kecak di Pura Uluwatu setiap sorenya selalu ramai dipadati pengunjung. Kapasitas penonton mencapai 1.250 dan umumnya selalu penuh.

Atraksi kelas duniaAtraksi kelas dunia Foto: (Ardan Adhi Chandra/detikTravel)

“Kapasitas 1.250 orang, average sampai akhir tahun 1.100 penonton per pementasan,” tutur Sutaraya.

Para wisatawan yang menonton Tari Kecak selama satu jam ini cukup antusias. Mereka mengabadikan momen langka ini dengan bidikan kamera dan smartphonenya.

Uniknya, pemeran Hanoman juga berputar-putar di area kursi penonton. Ia sempat melayani selfie dengan para penonton.

Menjelang malam, saturasi warna jingga di ufuk barat semakin jelas. Pementasan ini pun semakin apik dengan dikemas pemandangan matahari terbenam yang asri.

Sebelum pulang, selfie dengan HanomanSebelum pulang, selfie dengan Hanoman Foto: (Ardan Adhi Chandra/detikTravel)

(aff/aff)

Leave a Reply