Menu

Destinasi: 'Membelah' Benua Eropa & Asia dengan Kapal Pesiar Bosphorus

Membelah Benua Eropa & Asia dengan Kapal Pesiar Bosphorus

Jakarta – Liburan ke Turki, traveler bisa coba naik Kapal Pesiar Bosphorus. Dengan kapal ini, kalian bisa ‘membelah’ Benua Eropa dan Asia dalam satu waktu sekaligus.

Rasanya kurang lengkap ketika berkunjung ke Turki, jika belum menjelajahi selat yang memisahkan daratan benua Eropa dan Asia dengan Kapal Pesiar Bosphorus.

Bosphorus adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia. Selat sepanjang 32 Kilometer (20 mil) tersebut menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam.

Anda bisa berlayar dengan menggunakan Bosphorus Cruise menyusuri selat pemisah dua benua ini. Diperkirakan bisa menghabiskan waktu seharian, atau minimal 30 menit untuk menyusuri selat dan menyaksikan gedung-gedung yang berdiri di sepanjang bibir selat yang memisahkan daratan kedua benua itu.

Pemandangan Kota Istanbul dari kejauhan (Rois/detikTravel)Foto: Pemandangan Kota Istanbul dari kejauhan (Rois/detikTravel)

Saat berlayar dengan Bosphorus Cruise, Anda bisa melihat kubah dan menara di Kota Tua Istanbul, Istana Dolmabache atau istana di zaman Kesultanan Usmaniyah. Menara Leander yang berdiri kokoh di selat Bosphorous, dan banyak bangunan bersejarah lainnya.

Selat pemisah benua Eropa dan Asia ini cukup bersih. Selama perjalanan kita bisa mengabadikan burung-burung camar dan elang laut berkeliaran untuk mencari ikan di selat Bosphorus. Bahkan, tak jarang burung-burung itu mengelilingi kapal yang sedang berlayar dan seperti ingin mengajak kita bermain.

Burung-burung camar di Selat Bosphorus (Rois/detikTravel)Foto: undefined
Burung-burung camar di Selat Bosphorus (Rois/detikTravel)


Wisatawan asyik menikmati perjalanan (Rois/detikTravel)Foto: undefined
Wisatawan asyik menikmati perjalanan (Rois/detikTravel

Saat berlayar, traveler akan dibawa melintas di bawah dua jembatan yang menghubungkan daratan Eropa dan Asia. Jembatan tersebut yakni, Jembatan Bosphorus. Jembatan ini pertama kali dibangun oleh Raja Darius pada 522 hingga 485 SM (sebelum Masehi). Seiring perjalanan waktu, jembatan ini berubah menjadi seperti sekarang, karena dibangun oleh perusahaan Turki dan kontraktor dari Jerman pada Tahun 1973.

Sedangkan jembatan kedua yakni, Jembatan Sultan Mehmet Fatih yang terbentang sejak 1988. Jembatan ini juga dikenal dengan Jembatan Bosphorous kedua.

“Nanti akan ada jembatan yang ketiga. Sekarang masih dalam proses pembangunan. Jembatan ketiga nanti, dari selat arahnya ke Laut Hitam ,” kata Usman, pemandu wisata dari Turki.

Penampakan Jembatan Bosphorus (Rois/detikTravel)Foto: Penampakan Jembatan Bosphorus (Rois/detikTravel)

(bnl/bnl)

Leave a Reply