Menu

Destinasi: Mengintip Gereja Tertua di Peru, Iglesia de San Francisco

Mengintip Gereja Tertua di Peru, Iglesia de San Francisco

Lima – Ibukota Peru di Lima punya banyak bangunan bersejarah peninggalan penjajah Spanyol. Salah satu yang terkenal adalah Gereja Iglesia de San Francisco.

Kota Lima sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu wilayah kota tua dan baru. Wilayah kota tua berada di bagian utara di mana terdapat banyak bangunan kolonial, seperti istana negara Pizarro Palace hingga gereja tertua di Peru, Iglesia de San Francisco.

Beberapa waktu lalu detikTravel sempat berkunjung ke Lima, Peru, untuk menghadiri APEC Summit 2016. Setelah serangkaian acara APEC selesai, saatnya city tour!

Tujuan pertama adalah gereja yang dibangun warisan bangsa Spanyol yang dibangun pada abad ke-17 yang saat masih menduduki Peru. Gereja yang juga biara ini terkenal dengan arsitektur baroque-nya.

Biara tersebut selalu menjadi magnet bagi turis lokal maupun asing. Tak hanya orang asing yang memadati pelataran luar gereja, para siswa-siswi lokal yang sedang study tour juga memenuhi halaman gereja.

Gereja peninggalan Spanyol ini dibangun pada abad ke-17 (Angga/detikTravel)Gereja peninggalan Spanyol ini dibangun pada abad ke-17 (Angga/detikTravel)

Pintu masuknya menjadi spot foto dan selfie para turis sebelum masuk ke bagian dalam gereja. Terutama spot air mancur yang berada persis di pintu masuk.

Banguan yang diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 1991 ini sekarang menjadi museum yang terbuka untuk umum. Ongkos masuknya tidak mahal, hanya sekitar 15 soles atau sekitar Rp 60.000.

Banyak orang sengaja datang ke sini untuk melihat catacomb atau kuburan massal yang berada di bagian bawah gereja tersebut. Tulang belulang manusia tersusun rapi membentuk lingkaran unik dan terpampang dengan jelas.

Lokasinya berlokasi persis di dekat Plaza Mayor (Angga/detikTravel)Lokasinya berlokasi persis di dekat Plaza Mayor (Angga/detikTravel)

Gereja kuno ini terletak tidak jauh dari Plaza Mayor, hanya berjalan kaki sekitar 15 menit. Namun jika dari daerah San Isidro atau Miraflores, tinggal cari taksi saja dan menempuh perjalanan sekitar 45 menit kalau tidak macet.

Gereja ini dibuka mulai pukul 9:30 pagi hingga 5:45 sore waktu setempat. Waktu berkeliling di gereja ini diperkirakan tidak akan menghabiskan waktu lebih dari satu jam.

Sayangnya karena keterbatasan waktu, saya dan rombongan delegasi APEC tidak sempat melongok bagian dalam gereja kuno tersebut. (bnl/bnl)

Leave a Reply