Menu

Destinasi: Pantai Cantik di Karibia yang Bekas Kuburan Budak

Pantai Cantik di Karibia yang Bekas Kuburan Budak

Saint Francois – Sekilas, Pantai Raisins Clairs di Guadeloupe tidak ada beda dengan lainnya. Namun, dahulu pantai itu merupakan bekas kuburan para budak. Hii!

Berlokasi di Pulau Guadeloupe di Kepulauan Karibia, terdapat Pantai Raisins Clairs yang cukup populer di kalangan traveler. Dilansir detikTravel dari situs resmi pariwisata Guadeloupe, Kamis (23/2/2017), pantai itu merupakan salah satu yang terbaik di Karibia.

Namun di balik kecantikan Pantai Raisins Clairs, tersembunyi sebuah rahasia yang jarang diketahui orang. Kabarnya, dahulu pantai itu merupakan bekas kuburan para budak.

Hal itu dibuktikan lewat penemuan sejumlah tulang manusia hingga sejumlah rantai besi oleh para wisatawan. Penemuan sejumlah tulang belulang itu pun sudah terjadi sejak tahun 1990-an hingga sekarang.

Puncaknya adalah pada tahun 2013, di mana sempat terjadi badai besar di Pantai Raisins Clairs. Saat itu, badai terjadi di permukaan pantai dan menampakkan sekitar 500 hingga 1.000 kuburan.

Untuk menyelidi penemuan tersebut, Kementerian Budaya serta Institut Nasional untuk Penelitian Arkeologi Guadeloupe melakukan ekskavasi di pantai tersebut.

Dibuatlah barikade sebagai penanda (Contre le silence et l'oubli/Facebook)Dibuatlah barikade sebagai penanda (Contre le silence et l’oubli/Facebook)

Di antara sejumlah penemuan yang ada, ditemukan rahang laki-laki dewasa yang telah ditajamkan. Sebuah jejak akan salah satu suku Afrika serta bukti penguburan yang dilakukan di antara abad 18 dan 19.

Lebih jauh, pantai itu merupakan lokasi penguburan para budak. Setelah fakta itu terungkap, pihak ekskavator pun memutuskan untuk tidak melakukan penggalian lebih lanjut.

“Itu merupakan kehendak dari komunitas, untuk mempertahankan pemakaman ini,” ujar ahli arkeologi dari Departemen Arkeologi Guadeloupe cabang Prancis, Dominique Bonnissent.

Wisatawan pun bisa kembali liburan di pantai (Contre le silence et l'oubli/Facebook)Wisatawan pun bisa kembali liburan di pantai (Contre le silence et l’oubli/Facebook)

Untuk menjaga keberadaan pemakaman tersebut, akhirnya dibuatlah komunitas Silence and Oblivion yang terdiri dari masyarakat setempat hingga ahli arkeologi.

Langkah nyata pun segera diambil, yakni dengan memberi nisan pada sejumlah makam sebagai penanda. Para wisatawan pun dapat tetap bersantai di pantai yang memang dikhususkan jauh dari makam. (rdy/aff)

Leave a Reply