Menu

Jatuh Cinta dengan Musim Dingin di Sapporo

Embusan angin musim dingin telah terasa. Bahkan, di beberapa tempat, musim dingin sudah benar-benar datang dan teramat dingin dan akan menetap menjadi tamu berkelamaan, sampai awal tahun depan menjelang. Begitu juga dengan Jepang, tepatnya di Sapporo yang akan memulai musim dingin ketika pemandangan akan berubah memutih karena balutan salju lembut terhempas angin di jalan dan pepohonan serta rumah maupun bangunan di sekelilingnya.

Menghabiskan liburan awal tahun bertepatan dengan datangnya musim dingin yang membekukan di Sapporo dapat menjadi pilihan wisata menarik nan menyenangkandan tentunya akan memberi kenangan tersendiri bagi lubuk hati yang terdalam dari percikan dan hembusan angin dingin dari terpaan lembut salju yang berjatuhan di kala mata hati merasakan belaian kelembutan alam salju memutih di Sapporo. Sapporo adalah ibu kota Prefektur Hokkaido, yang terkenal dan tetap tersemat dalam benak karena pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di tahun 1972 silam.

Olimpiade ini pun menjadi olimpiade musim dingin pertama yang pernah berlangsung di benua Asia. Sapporo memiliki semua fasilitas untuk menunjung perhelatan akbar dari olahraga musim dingin, dan cuaca yang teramat dingin serta bersalju. Dengan kondisi seperti ini, nyatanya Sapporo dapat memanfaatkan curah salju yang begitu besar menjadi sebuah festival tahunan yang selalu dinanti-nanti masyarakat local setempat seperti festival salju.

Festival Salju Sapporo, Festival ini biasanya berlangsung selama seminggu penuh di awal Februari dan telah menjadi festival salju terbesar di Jepang. Bayangkan saja, selama festival berlangsung lebih dari 200 patung salju dan pahatan es ditampilkan. Sebagai bagian dari acara tersebut, biasanya diadakan pula kontes patung salju international. Selain melihat beragam patung salju dan pahatan es, para pengunjung yang datang ke festival ini bisa mengikuti beragam perlombaan, pertunjukkan tari, dan pemutaran film. Meriah sekali.

Festival ini pertama kali diselenggarakan pada 1950. Sejak 2006, Festival Salju Sapporo diadakan di tiga lokasi, yakni Taman Odori, ukiran es dan salju berukuran sangat besar dipamerkan, termasuk pahatan es berbentuk miniature bangunan terkenal. Pameran ukiran es yang lebih kecil diadakan di Susukino, sementara acara untuk keluarga diadakan di Sapporo Satoland.

Kanal Otaru, Selain Taman Odori, Susukino, dan Sappor Satoland wajib dikunjungi saat musim salju di Sapporo, kanal Otaru menjadi tujuan menyenangkan selanjutnya. Kanal ini dibangun oleh pemerintah kota otaru pada pertengahan abad ke-19. Kanal ini digunakan untuk mengangkut barang dari laut ke gudang-gudang yang berada di Otaru. Seiring berlalu nya sang waktu, beberapa kanal yagn ada di timbun, sementara pada 1923 kanal utama disempurnakan untuk menjadi sarana wisata dan transportasi sungai dan penyeberangan dan menjadi alternative sarana infrastruktur sampai kini.

Dengan kanal-kanalnya yang berair bersih sesuai dengan budaya bangsa Jepang yang berdisiplin diri dalam menjaga kebersihan dan keteraturan administrasi, kini Otaru mulai menjadi salah satu destinasi wisata di Jepang, bahkan bagi orang-orang Jepang sendiri. Saat musim dingin tiba, di kanal ini diadakan festival lentera yang disebut dengan The Otaru Snow Light Path Festival. Perpaduan suasana kota yang sedang berlsaju dengan pendaran cahaya lampu yang indah menciptakan suasana menyenangkan dan atmosfer yang mendamaikan.

Otaru Music Glass Factory, Kelebihan para penduduk Otaru dalam meracik budaya modern dan tradisional adalah hal yang mengagumkan. Hadirnya Otaru Music Glass Factory membuktikan hal itu. tempat ini merupakan salah satu museum music terbesar yang ada di Jepang. Di dalamnya hadir beragam jenis dan bentuk kotak music. Pada awal abad ke-20, beberapa orang kaya Otaru membawa kotak music dari Inggris. Kemudian, mereka menirunya dan kin para pengunjung mduah membeli kotak music yang berisi lagu grup-grup Jepang masa kini di otaru.

Mutu kotak music ini kemudian menajdi cendera mata utama otaru. Masih di tempat yang sama, para pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan gelas cantik ala Italia dan membelinya untuk souvenir. “Mengingat pada akhir tahun samapai awal tahun depan, Sapporo sedang mengalami musim dingin, sebaiknya anda jangan lupa membawa jaket yang jenis atau fungsinya antiangin dan pelembab dengan kadar kelembaban yang tinggi seperti body butter agar kulit tidak cepat kering,” tips dari tour Consultant.

Nah, selagi diberi kesempatan masih menghirup kadar oksigen, tidak ada salahnya merencanakan dan mengisi liburan akhir tahun anda dengan pengalaman berkesan di Sapporo dan siap-siaplah jatuh cinta dengan musim dingin di Sapporo, kalau tidak campakanlah kenangan itu. Bersama kedamaian hati, rasanya perjalanan anda menerpa hamparan salju memutih akan terasa ringan dan mudah, Pasti!.

Leave a Reply