Menu

Menakjubkan, Akhir Tahun Nikmati Diving & Snorkeling di Jayapura

JAYAPURA, JalanJalanSeru.com: Diving maupun snorkeling, aktivitas wisata yang paling menakjubkan bagi para pelancong saat menghabiskan waktu berlibur di pantai. Dan wisata bawah laut paling oke di wilayah Indonesia Timur, bukan hanya Raja Ampat namun Jayapura juga menawarkan sesuatu yang berbeda. Kota Jayapura Papua ternyata juga memiliki keindahan alam bawah laut yang tak kalah cantik dan menarik.

Kota ini didirikan Kapten Infanteri F.J. Saches pada 7 Maret 1910 dengan sebutan Hollandia hingga tahun 1962. Catatan sejarah tahun 1964, kota ini dikenal dengan sebutan Kota Baru dan Sukarnopura sebelum akhirnya dikenal dengan nama Jayapura di tahun 1968. Jayapura berasal dari Bahasa Sansekerta, jaya memiliki arti “kemenangan”, sementara pura berarti “kota”.

Secara utuh Jayapura memiliki arti “Kota Kemenangan”. Sebelumnya Provinsi ini lebih dikenal dengan nama Irian Jaya. Di tahun 1999, Irian Jaya diubah menjadi Papua sesuai keinginan masyarakat. Dimana nama Papua telah disebutkan dalam Komite Nasional Papua dengan pernyataan, “Nama tanah kami menjadi Papoea Barat dan nama bangsa kami menjadi Papoea”.

Secara geografis, Kota Jayapura terbagi dalam 5 distrik terdiri 25 kelurahan dan 14 kampung. Yaitu Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan Muara Tami. Dengan potensi alam yang cukup beragam, Jayapura menawarkan sebuah pengalaman liburan yang tak terlupakan.

Pesona tempat wisata di Jayapura pun tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya di kawasan timur Indonesia, seperti Kota Makassar maupun Palu. Ada banyak spot wisata yang bisa kamu jelajahi ketika berlibur di kota ini. Mulai dari wisata alam, tempat bersejarah hingga lokasi hiburan yang menyenangkan. Selain itu, wisata bawah laut yang perlu diperhitungkan.

Ada beberapa spot diving dan snorkeling yang perlu dikunjungi pada liburan akhir tahun, jika sedang berlibur di tempat yang dijuluki Kota Seribu Pinang ini.

#. Pantai Harlem
Harlem memiliki garis pantai sepanjang sekitar 700 meter berlokasi di Kampung Tablanusu, Distrik Depapre. Suasana di tempat itu sangatlah teduh, disertai embusan angin yang pelan. Terdapat banyak pohon kelapa, bintanggur, dan sagu yang tumbuh di tepi pantai yang air laut nan jernih dan hangat. Terumbu karang serta ikan laut merupakan pemandangan lumrah. Memang aksesnya cukup sulit, harus menempuh perjalanan darat sejauh 60 kilometer, dilanjutkan menggunakan spead boat selama kurang lebih 15 menit. Pantai ini masih jarang didatangi orang. Inilah yang membuat kamu akan merasa berlibur. Untuk menikmati keindahan bawah laut disini, kamu harus membawa sendiri peralatan snorkelling karena tak ada tempat sewa. Saat diving atau snorkeling dapat menyaksikan beragam jenis koral serta ikan bewarna-warni.

#. Pantai Base –G
Pantai ini terletak tak jauh dari pusat kota Jayapura dan hanya membutuhkan waktu tempuh 15 menit dengan kendaraan bermotor. Untuk masuk, kamu wajib membayar uang parkir bagi petugas sekitar Rp 10.000. Pantai yang satu ini memiliki 3 titik yang biasanya disambangi para penyelam yang ingin melakukan diving. Bagi para pemula, biasanya kamu akan diajak pemandu untuk menyelam di spot ‘Tanjung Kali Batu’ yang tidak teralu dalam. Selain deretan terumbu karang dan anemone nan indah, kamu bisa bertemu dengan beberapa jenis ikan seperti Hawk, Nemo, Lepuh serta Hiu Wobbegong.

#. Pantai Sinokisi
Untuk sampai di pantai berpasir putih ini, kamu harus menyeberang dengan kapal dari dermaga Depapre dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Sebagai syarat masuk, setiap rombongan akan dikenakan biaya sebesar Rp 300.000. Jadi, cari teman seperjalanan yang juga ingin ke Sinosiki agar biaya kapal yang kamu bayar semakin kecil. Karena pantainya berpasir, kamu harus naik kapal lagi ke tengah laut untuk menikmati pemandangan yang lebih jernih. Pada salah satu spot diving, tepatnya di Bokisi, kamu dapat melihat bangkai pesawat di dasar laut. Di sini, kamu juga bisa menyewa tenda dan melakukan kegiatan berburu lobster dan ikan saat malam tiba.

#. Pantai Tablanusu
Pantai ini terletak di Desa Tablanusu yang merupakan sebuah desa nelayan dengan pemandangan alam nan asri. Dari Jayapura, kamu harus menggunakan mobil ke Dermaga Depapre dan kemudian menyeberang. Bukan pasir, umumnya lantai pantai di Desa Tablanusu tertutup oleh batu kerikil hitam. Tak hanya eksotis, batu-batu ini dapat memberikan refleksi alami bagi kaki yang lelah. Konon, batu-batu kerikil ini menimbulkan bunyi seperti isak tangis ketika diinjak, sehingga dijuluki Batu Menangis. Arus pantai disini cenderung tenang. Karena itu, sangat cocok bagi kamu yang hendak melakukan snorkeling dan menikmati panorama bawah lautnya. Jangan lupa memakai sun block sebelum melakukan aktivitas di laut agar kulit tidak terbakar matahari.

#. Pantai Amai
keunikan Pantai Amai menjadikannya salah satu destinasi favorit wisatawan. Berkat sebuah sungai yang bermuara di lokasi pantai, Pantai Amai memiliki aliran air laut sekaligus air tawar. Tidak terdapat batu karang di sekitar pantai ini, menjadikannya aman dan cocok bagi wisatawan yang membawa anak kecil. Perjalanan ke Pantai Amai dapat ditempuh dalam 1.5 jam perjalanan darat dari Bandara Sentani. Selain spot diving yang nyaman dan snorkeling yang menakjubkan, juga terdapat pula pondok wisata di sekitar pantai, jika Anda ingin berlama-lama bersantai di sini.

#. Pantai Bukisi
Pantai ini terletak di Distrik Yokari, sekitar 50 km dari Bandara Sentani. Jika berkunjung kemari, Anda akan disambut oleh tepian laut yang berhias pasir putih dari ujung ke ujung. Air lautnya biru muda jernih, menampakkan dasar laut yang berpasir bersih. Rumah penduduk setempat berjejer di sekitar pantai, berlatar belakang bukit hijau penuh pohon sawit. Sungguh pemandangan yang terlalu sayang untuk dilewatkan! (redaksibisniswisata@gmail.com)

The post Menakjubkan, Akhir Tahun Nikmati Diving & Snorkeling di Jayapura appeared first on Portal Berita Bisnis Wisata.

Leave a Reply