Menu

Menjadi Ninja di Negeri sakura

Meski di kenal maju dalam teknologi, Jepang mampu menjaga nilai-nilai budaya yang tertanam sejak ratusan, bahkan ribuan tahun silam. Selain itu, sifat displin terhadap pekerjaan serta kesetian kepada negara juga dijadikan ciri bagi masyarakat Jepang. Tak heran, negara berjulukan Negeri Matahari Terbit dan Negeri sakura ini memiliki segudang obyek wisata yang terga. Ada sejumlah tempat yang bisa dijadikan alternatif liburan bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Nikko Edomura (Edo Wonderland) Obyek wisata ini merupakan taman hiburan yang menampilkan budaya dan kehidupan Jepang pada zaman Edo. Pengunbjung dapat perperan seolah-olah menjadi masyarakat setempat dengan mengunakan busana khas Jepang yang telah disediakan. Suasana kental masa lalu semakin terasa ketika pengunjung berkesempatan mengunakan pakaian ninja dan berlagak seperti di layar kaca. Anak-anak tentu semakin menikmati sensasi yang jarang di dapat tersebut.

Rumah-rumah yang bergaya khas yang dikelilingi bukit-bukit indah dan berbalut udara segar membuat kegiatan berlibur semakin berkesan. Petugas rumah makan atau restoran yang kita jumpai di sana juga mengunakan busana layaknya penduduk pada zaman Edo. Menyantap semangkuk mi kuah dan menyeruput secangkir teh di tempat tersebut membuat kita seolah terlahir sebagai warga Jepang yang hidup pada zaman Edo.

Jigokudani, Melihat monyet-monyet liar berkeliaran di tengah hutan adalah hal lumrah, tetapi menemui kawanan monet berendam di air panas adalah hal unik yang sulit untuk di jumpai. Penasaran? Langkahkan kaki anda ke Jigokudani. Terletak di utara Prefektur Nagano, tempat ini adalah taman monyet yang cukup terkenal. Di sana, wisatawan dapat mengamati kawanan monyet-monyet mandi di air panas. Pemandangan di sekitarnya cukup indah karena dikelilingi dataran tinggi yang dipenuhi pepohonan. Saat musim salju, butiran-butiran salju turut memperindah bentuk pohon dan bebatuan yang ada di obyek wisata tersebut.

Namun, jika berkunjung di musim semi, saat burung kembali bermigrasi dan salju masih menyelimuti Jigokudani, anda dapat melihat monyet-monyet kecil tengah bercanda dengan induknya. Musim semi adlah waktu bagi monyet untuk melahirkan. Sekalipun lucu, monyet adlah hewan liar yang harus diwaspadai demi keselamatan pengunjung. Oleh karena itu, biasanya pemandu wisata menyarankan agar wisatawan tidak memperlihatkan makanan pada monyet-monyet, menyentuh, ataupun meledeknya.

Hokkaido dan Nagano, Pengalaman lain juga dapat dijumpai di Hokkaido. Selain terkenal sebagai prefektur terbesar di Jepang, temapt ini begitu memikat karena obyek wisata musim dingin yang luar biasa. Wisatawan dapat menjajal kapal pesiar pemecah lapisan es di atas laut. Kapal pesiar ini berjalan dengan kecepatan 3 knot/jam. Lapisan es yang menutupi laut segera terpecah ketika kapal pesiar berlayar. Ini adalah pengalaman berharga dan jarang dijumpai.

Di atas kapal, wisatawan juga dapat melihat hamparan laut berubah menjai putih karena tertutup balok-balok es. Jangan lupa mengunjungi Museum Okhotsk Ryu-hyo. Museum ini terletak diatas gunung, di pingiran kota Abashiri. Du museum ini terdapat simulasi untuk merasakan berada di tengah-tengah es yang hanyut, dalam sebuah ruangan dengan suhu yang telah diatur sedemikian rupa sehingga pada musim panas pun pengunjung dapat menikmati sensasi serupa. Bervakansi ke Hokkaido terasa kurang lengkap jika tidak menikmati pemandangan malam hari dari Gunung Hakodate.

Gunung ini merupakan salah satu tempat terindah di Jepang untuk menikmati suasana malam, selain Gunung Inasa di Nagasaki dan Gunung Rokkko di Kobe. Keelokan Jepang tak hanya diperlihatkan oleh prefektur terbesar. Profektur lainnya, Nagano, juga menyimpan sederet destinasi wisata menarik, di antaranya Kastel Matsumoto. Kastel yang dahulu digunkan sebagai benteng pertahanan ini terletak di kota Matsumoto. Untuk mencapai tempat tersebut, moda transportasi kereta api dapat dijadikan alternatif menarik.

Leave a Reply