Menu

Program Pit Stop Fun Genting Dream Cruise Sukses Mengikat Hati Peserta Famtrip

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Apa tidak bosan berada dalam kapal 6 hari lamanya ? tanya kakak ketika melihat saya mulai packing menyiapkan baju-baju ke dalam kopor. Cukup banyak baju yang akan dipergunakan selama berlayar dengan kapal pesiar mewah Genting Dream karena banyak party yang mengisi hari-hari di atas laut lepas.

Saya menjadi peserta Famtrip yang diselenggarakan Manajemen Dream Cruises pada 21-26 Januari 2018 bersama perwakilan 150 travel agent dan media dari kawasan Asia dan didampingi langsung oleh Michael Goh, Senior Vice President – International Sales of Genting Cruise Lines serta Hari Susanto, Marketing Manager Genting Cruise Line Indonesia dengan timnya Rastri dan Mirani Elizabeth.

Kapal pesiar Genting Dream Cruise

Pengalaman hari pertama membuktikan tidak ada rasa bosan berada di dalam kapal bak hotel mewah ini. Banyaknya aktivitas saat kedatangan hingga malam membuat rombongan kami cukup sibuk dibuatnya. Tengah malam saat bersujud pada Allah SWT itulah justru peluang  me time untuk diri sendiri karena seharian sudah padat aktivitas.

Pagi jam 6.00 di hari kedua saya sudah menuju lantai 16 untuk berenang, satu-satunya olahraga yang belakangan ini paling saya gemari. Tiba di kolam renang, apa daya terbentang jaring hitam di atasnya. “ Maaf mam, kolam baru bisa digunakan pukul 8.00 pagi,” kata seorang staff  berkebangsaan Filipina yang tengah membersihkan seputar kolam.

Crew kapal yang berjumlah 2016 dengan ratio satu orang crew melayani 1: 1,17 tamu memang harus kerja keras karena tidak mudah melayani penumpang untuk kapal seberat 150.695 ton, panjang 335 meter, lebar 40 meter dengan jumlah deck/ lantai yang mencapai 19 menjulang seperti bangunan hotel di darat.

Tawaran paket

Dream Cruises menawarkan wisatawan dari Indonesia untuk menikmati liburan termewah di laut di atas kapal pesiar Genting Dream yang megah dilengkapi dengan sejumlah pilihan paket pelayaran pulang pergi dari Singapura.

Paket termasuk diantaranya pelayaran 2-hari di akhir pekan atau paket liburan 6 hari 5 malam  dari Selat Malaka ke Kuala Lumpur, Penang dan Phuket, serta paket pesiar 6 hari 5 malam dari Laut Jawa ke Surabaya dan kemudian ke Bali Utara seperti yang tengah saya nikmati ini.

Tawaran lainnya bagi penumpang yang ingin memperpanjang waktu liburan dapat mengkombinasikan paket pelayaran dari Selat Malaka maupun dari Laut Jawa untuk menikmati paket liburan 12-Malam yang tak terlupakan dengan pilihan untuk menghabiskan akhir pekan di atas kapal atau menginap di hotel pra/pasca pelayaran di Singapura lengkap dengan paket tour keliling kota.

Tanpa membuang waktu saya segera kembali ke kamar di deck/lantai 9 untuk menyiapkan diri soalnya sepanjang pagi hingga siang Rastri dkk, tim sales Genting Dream mengadakan propram Pit Stop Fun dan hadiahnya tidak tanggung-tanggung dapat berlayar dengan kapal lainnya dibawah management Dream Cruise untuk dua orang ke berbagai rute lainnya.

Berbagai fasilitas olahraga di atas Deck/lantai 16-19 Genting Dream

“Semua peserta harus dapat cap setelah menyelesaikan aktivitas sesuai aturan mainnya. Peserta yang mendapat peluang mengikuti undian berhadiah hanya mereka yang mendapatkan cap penuh 11 permainan,” kata Mirani Elizabeth, tim marketing Genting Dream Indonesia menjelaskan.

Di lokasi Sportsplex, sarana olahraga  lengkap yang lokasinya di sekitar  kolam renang. Saya langsung bergabung untuk bermain towel volleyball challenge. Sesuai temanya  Pit Stop Fun maka kalangan travel agent dan media harus kompak melalui berbagai rintangan karena ada 11 permainan yang harus diikuti untuk seru-seruan berhadiah ini.

Sesuai urutan ada kegiatan Dance Fitness with Maria, Towel Volleyball Challenge, latihan memanah ( safe Archery),  Bubble Football, Human Pool Game, Rope Course & Zip Line Rock Climbing, Ballroom Dance Class by Dream Cruises Performers,  Glow Bowling, Human Foosball Challenge dan latihan yoga class bersama  Denise Keller yang cantik.

Ruang terbuka mulai deck 16-19 bisa untuk kegiatan team building venues. Tak heran makin banyak perusahaan yang mengadakan acara Team Building di atas laut. Soalnya kegiatan di atas laut ini selain terjamin keamanannya juga bisa mempererat tali persaudaraan bagi sesama karyawan atau tim kerja.

Tiba di  SportPlex mulai di lantai 16 hingga ke 18 ada beragam fasilitas seperti lapangan basket dan ruang multi fungsi untuk mengadakan acara. Ada rock climbing wall ( dinding panjat)  dengan beragam rintangan. Ada permainan  ropes course buat anak-anak dan orang dewasa. Melewati tali -tali yang mendebarkan di atas laut.

Fasilitas lainnya adalah lapangan mini golf dan 26 waterslide park buat meluncur melalui pipa-pipa warna-warni. Kegiatan yang saya dahulukan tentunya yang fun seperti fitness, belajar dansa, belajar memanah sesuai dengan ajaran agama Islam.

Ada hadits menggambarkan betapa Rasulullah Muhammad SAW sangat menganjurkan agar seorang muslim peduli dengan persiapan untuk berjihad di jalan Allah. Memanah dan berkuda merupakan dua kegiatan yang terkait dengan hal itu. Seorang muslim perlu memiliki semangat untuk berjihad di jalan Allah. Mengapa? Karena Nabi Muhammad SAW itu memperingatkan bahwa hilangnya semangat berjihad mengindikasikan hadirnya kemunafikan dalam diri.

Pengalaman unik

Pit Stop Fun yang membuat saya banyak ketawa dan  punya pengalaman unik. Permainan baru yang sempat bikin saya sesak nafas adalah bubble football. Unik karena kami harus masuk ke dalam bola berbentuk labu lalu berlomba saling memasukan bola kaki ke dalam gawang. Pemainannya di bagi menjadi dua tim masing-masing dua orang.

Hal yang membuat kedua tim jadi tertawa cekikikan adalah kalah sebelum berperang alias tak mampu menyelesaikan kegiatan dan hal itu terjadi pada saya. Sementara teman lain gagal karena setelah tubuh terbalut balon tak mampu berdiri. Meski demikian akhirnya kami masing-masing mendapat cap karena sudah berpartisipasi.

Belajar dansa juga salah satu aktivitas yang banyak pesertanya karena instrukturnya adalah para penari profesional yang hampir tiap malam tampil di Zodiac Theater. Belajar stepstep dasar bersama teman-teman diiringi musik membuat jiwa dan raga jadi tambah semangat.

Tidak terasa berbagai permainan dan latihan dilakukan hingga siang hari. Saya hanya sempat menonton latihan yoga bersama  Denise Keller, instruktur yoga cantik, model dan mantan pembawa acara MTV Asia yang  suka traveling ini. Pesertanya di lantai 7 meluber sampai keluar dari arena.

Saat latihan yoga berlangsung para penumpang umum Genting Dream juga sibuk menarik kursi untuk menonton membuat space yang terbatas menjadi makin sempit. Uniknya yang sibuk menonton adalah para lansia baik turis China maupun dari India.

Crew kapal menjelaskan akan ada kelas lain dari Denise Keller pada jam 15.00 Tapi sayang latihan itu bentrok waktunya dengan acara pertunjukkan Rhythm Divine, Latin Ballroom Dance Show. Banyaknya aktivitas membuat saya dan teman-teman harus mengisi perut dan langsung ke restoran untuk makan siang. Naik kapal mewah ini sudah terjamin untuk 3 x makan / hari dan untuk itu ada tiga restoran di kapal untuk melayani ribuan tamu yang ada. Total ada 35 restoran dan bar di kapal ini.

Menjelajah kapal

Dihari kedua ini gara-gara ada kegiatan Pit Stop Fun saya bersama Amerya Heryuli yang biasa dipanggil Amy, senior divisi hotel dari Sanel Tour & Travel Pekanbaru jadi menyusuri kapal dari lantai ke lantai karena aktivitasnya tidak di satu tempat. Mau ikut lelang lukisan, belanja berbagai barang ber merek juga bisa dilakukan di lantai 6-8.

Saya baru menyadari kalau di lantai tujuh ada resto Blue Lagoon, Dream Dining Room Lower, Mahjong Room, Meeting Room 1 dan 2, ruang karaoke Red Lion, Resort World at sea Casino, The Dream Boutique dan Zodiac Theater. Para lansia wanita terutama etnis China banyak memenuhi ruang casino.

Iseng duduk di depan mesin jackpot dan selfie bersama rekan Lintang dari Majalah Destinasi jadi selingan sambil berburu cap beragam permainan yang harus dijalani. Berada di kapal pesiar mewah dan duduk di depan mesin jackpot membuat saya merasa jadi Christina Onasis, anak raja kapal Yunani Aristotles Onasis , orang Yunani kelahiran Turki yang selalu bepergian dengan paspor Argentina.

Teman-teman lainnya tergelak ketika saya menyebut nama Christina Onasis karena mereka tidak pernah dengar nama tersohor dijamannya yang wafat tahun 1988. Liputan bareng journalist jaman now yang beda generasi memang harus siap dengan obrolan tidak nyambung yang akhirnya membuat kami tergelak.

Karena tidak terasa sudah jam makan siang, kami bergegas menuju restoran Dining Dream Lower. Sepanjang lorong menuju restoran juga banyak penjualan beragam tas, suvenir khas Genting Dream dan penjualan diskon untuk produk fashion, 50% , discount Shopping Carnival, lelang champagne,  ada fashion show , permainan  bingo dan beragam acara lainnya hingga tengah malam.

Sebuah kamar di Palace villa

Usai makan siang, bersama teman-teman travel agent kami memanfaatkan waktu untuk melihat beberapa kamar dari 140 kamar  suites yang ada  serta kamar tipe villa lengkap berisi  dua kamar tidur, ruang tamu, ruang makan dan fasilitas lainnya yang serba mewah.

Tipe kamarnya ada Palace Villa, Palace Penthouse, Palace Dekuxe Suite dan Palace Suite mulai dari lantai 16 hingga 19 dilengkapi dengan layanan butler yang siap melayani tiap tamu selama 24 jam. Selebihnya  kamar-kamar yang ada tipe Balcony Deluxe Stateroom atau Balcony stateroom seperti yang saya tempati serta tipe lainnya yaitu oceanview stateroom dan interior stateroom.

Bagi penyandang cacat dan memakai kursi roda juga ada kamar khusus dengan pintu yang lebih lebar tentunya. Dari hasil keliling naik turun lantai melihat fasilitas kamar, saya menjumpai tamu-tamu India banyak yang menyewa kamar-kamar tipe Palace maupun suite lainnya.

Hampir 50% dari tamu yang berlayar bersama rombongan kami adalah turis India. Bahkan ada 600 orang adalah dari satu perusahaan semen di India yang sedang melakukan kegiatan incentive di atas kapal. 

Waktu berjalan terasa cepat, jam sudah mendekati  pukul 15.00, saatnya menonton Rhythm Divine, pertunjukan Latin Ballroom Dance Show di Zodiac Theater tempat malam sebelumnya kami menonton Voyage of Lover’s Dream.

Seperti kemarin, pertunjukan tari, lagu dan musik ini dilakukan dengan bersungguh-sungguh oleh semua pemainnya sehingga nampak mereka sangat menjiwai pertunjukan dengan senyum yang terlihat terus di wajah.

Menyelaraskan gerakan tari dengan irama musik dilakukan dengan penuh gairah. Pilihan kostum penari wanitanya berkesan anggun dan glamour yang sulit untuk disamakan dengan pertunjukan yang selama ini saya lihat. Tidak berlebihan kalau para pendukung pertunjukan ini saya nilai punya multi talenta.

Pertunjukan Rythm Devine yang memukau

Pemain saxophone misalnya bisa memainkan alat musik ritmis lainnya seperti gendang. Pemain gitarnya pandai bernyanyi bahkan bersuara emas. Dia juga pandai berakting mengantar para penari menyampaikan gerakan-gerakan indah seperti balet dan kelenturan gerakan akrobat.

Jadi mereka bukan sekedar bermain musik dan bernyanyi tapi juga bisa berakting sehingga saya menjadi bingung apakah sedang menonton drama musikal atau kabaret dengan live music ?.

Apalagi para penarinya juara dance dari berbagai negara seperti Rusia, Ukraina, Italia, Spanyol dan Slovenia. Tak heran di atas kapal mewah ini sedikitnya ada 35 kebangsaan yang menekuni profesinya di berbagai bidang.

Michael Goh, Senior Vice President – International Sales of Genting Cruise Lines. yang mendampingi kehadiran sedikitnya travel agent dan media dari Asia ini mengatakan naik kapal pesiar yang utama adalah menikmati beragam pengalaman.

“Tentu saja selain mendapat pengalaman dari beragam aktivitas yang kami rancang, faktor keamanan juga menjadi perhatian utama kami. Oleh karena itu kami berupaya keras agar saat tamu pulang dan mengakhiri perjalanan maka wajahnya penuh senyum karena kaya pengalaman selama berada di Genting Cruises dan kapal-kapal kami lainnya,” tegas Michael Goh.

Keluar dari Zodiac Theater yang berkapasitas sekitar seribu orang ini saya jadi paham mengapa selama setengah hari di hari kedua ini kami begitu menikmati berbagai permainan. Rupanya selain pengenalan beragam fasilitas dikapal juga membangun kekompakan diantara 150 peserta Famtrip yang ada.

Program Pit Stop Fun sukses mengikat hati dan menciptakan keakraban,  tali persaudaraan antara tuan rumah dari tim marketing Genting Dream Cruise dengan kalangan pers dan travel agent yang menjadi kepanjangan tangannya agar bisnis kapal pesiar ini terus tumbuh. 

Lewat beragam permainan dan kebersamaan hasilnya adalah pengalaman yang menyenangkan sehingga akhirnya setiap hari kami  membuka WA group untuk memulai aktivitas bersama kembali. Apalagi dua hari ke depan ada perjalanan darat ke Surabata dan Bali Utara. Asyik…..

 

Leave a Reply