Menu

Santap Sedap Kuliner Khas Kepulauan Seribu Berbahan Baku Ikan

Sate Gepuk kuliner khas Pulau Panggang, Kepulauan Seribu berbahan dasar ikan tongkol dan kelapa ( foto: repro Google)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Berkembangnya industri wisata tak lepas dari tumbuhnya wisata kuliner di suatu daerah, seperti halnya wisata di Kepulauan Seribu dimana kini banyak penduduk di Kepulauan Seribu yang sengaja membuka usaha kuliner untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke daerahnya dan berdampak sebagai pendapatan tambahan mereka.

pesona-indonesia_update-22nov

Sate Gepuk adalah salah satu makanan khas warga Pulau Panggang dengan penampilan seperti lontong yang dibungkus dengan daun. Kalau sate identik dengan potongan daging kambing, daging ayam atau daging ikan yang dipanggang dan berbumbu kacang atau kecap, maka sate gepuk dari Pulau Panggang terbuat dari ikan tongkol dan kelapa.

Sejak jaman penjajahan Belanda maupun Jepang, Pulau Panggang adalah pulau yang banyak penduduknya. Orang-orang yang datang ke pulau oleh penduduk setempat dinamakan orang Pulo. Sebuah sebutan kepada penduduk dari pulau lain seperti Pulau Tidung, Pramuka, Untung Jawa, Pulau Harapan dan pulau lainnya.

Kedatangan orang Pulo ke Pulau Panggang ini tidak bisa menghindari adanya pencampuran antar etnis, mulai dari Bugis, Mandar, Jawa, Sunda hingga melayu yang melahirkan kuliner seperti sate Gepuk atau disebut juga sate odol karena dibungkus memanjang dengan daun pisang seperti pepes di tanah Sunda.

Bahan utamanya daging ikan tongkol segar yang sudah dikeluarkan dari kulitnya yang tipis, dicampur parutan kelapa bakar dan diberi bumbu yang dapat menggoyang lidah penikmatnya.

Nama sate gepuk diambil dari cara membuatnya, yakni di tumbuk atau dalam bahasa setempat digepuk. Jadi, setelah daging ikan tongkol dikeluarkan dari kulitnya, daging itu ditumbuk bersama bumbu dan parutan kelapa agar bercampur dengan sempurna. Lalu bahan dasar itu dimasukan kembali kedalam kulit ikan tongkol selanjutnya dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang diatas bara api.

Namun kini di Pulau Panggang, daging ikan yang sudah dicampur parutan dan bumbu itu tidak dimasukkan kedalam kulit ikan tongkol lagi. Supaya lebih praktis langsung dibungkus daun pisang layaknya pepes. Hanya saja bentuknya tidak gepeng, tetapi bulat panjang.

Dari satu kilo gram ikan tongkol bisa dijadikan 3 sampai 5 bungkus sate ukuran kecil yang biasa dijual seharga Rp 3.500. “Saat ini sate gepuk biasanya dibuat untuk dijual, karena warga disini sangat menggemari,” ungkap Ecewati pembuat sate gepuk Pulau Panggang.

Cumi bumbu hitam, Pu cuk dan bom atom yang berbahan baku cumi dan ikan
Cumi bumbu hitam, Puk cue dan bom atom yang berbahan baku cumi dan ikan

Nama-nama unik

Ecewati mengatakan orang Pulau Panggang punya nama-nama masakan yang unik misalnya Bom Atom dan Kue Talam Ikan.Kalau di Pulau Jawa bentuknya lonjong berwarna coklat caramel biasa disebut gemblong, namun kue Bom Atom berwarna merah terbuat dari tepung yang dicelup dalam karamel gula yang diberi warna.

Ada lagi kue Talam ikan  terbuat dari tepung beras yang dimasak hingga menjadi seperti agar-agar atau puding dan diberi taburan abon ikan segar. Lalu pastel ikan yang tampilannya tidak beda dengan pastel pada umumnya, namun rasanya… sangat berbeda karena rasa ikannya sangat terasa, tidak manis.

Cumi Tumis Bumbu Hitam, bisa menjadi pilihan lain meski masakan ini  tampilannya memang kurang menarik, karena kuahnya yang berwarna hitam. Namun rasanya sungguh di luar dugaan karena terasa lezat di lidah dan tak terbantahkan.

Setiap tamu yang berkunjung seperti mahasiswa dan para  peneliti pasti akan disuguhkan makanan ini dan mereka akan ketagihan. Tidak jarang ada yang kembali hanya untuk menikmati cumi yang masak dengan tintanya ini. Cumi dari Pulau Seribu memang sulit dilupakan.

Apa yang spesial dari cumi ini? Cumi goreng yang biasa disajikan di banyak restoran di Jakarta kebanyakan cumi yang ukuranya kecil-keci, Tapi disini ukuranya lebih besar dan rasanya pun lebih lezat karena baru ditangkap sehingga terasa gurih, manis, dan tebal dagingnya.

‘Selingkuh’, terpikirkah jika kata itu merujuk pada makanan sejenis lontong isi atau nasi uduk yang biasa dimakan untuk sarapan? Sementara untuk sambal segar, teman makan ikan bakar, yang terdiri dari cabai, garam dan perasan jeruk limau, disebut sambal beranyut.

Ada beragam istilah orang pulo untuk kudapan untuk  teman minum kopi. Diantaranya ada puk cue’ sebutan pengamanan mirip pempek, peler bedebu untuk kue klepon, atau kue bolong untuk donat.  Untuk cemilan puk cue  ternyata bahan dasarnya sama seperti empek-empek dan proses pembuatannya pun hampir sama.

Bila empek-empek  biasa di nikmati di sajikan bersama mie, potongan mentimun, dan kuah yang terbuat dari cuka, maka hal yang membedakan nya  terbuat dari ikan,dan di cocol dengan sambal kacang.

Berlimpahnya bahan baku ikan membuat kaum wanita di pulau banyak menggunakannya untuk makanan ringan atau snack seperti kue pastel.  Tampilannya memang tidak beda dengan pastel pada umumnya, namun rasanya enak sekali, Ikannya yang sangat terasa, tidak amis, dan sedikit pedas. Untuk lemper dan kue maco juga memakai ikan untuk disantap dipagi hari.

Masih seputar hasil olahan ikan, wisatawan nusantara yang berkunjung ke berbagai pulau-pulau kecil di Kepulauan seribu juga gemar membeli oleh-oleh kerupuk ikan asli bikinan warga Pulau Tidung yang tidak bisa dibeli di tempat lain karena proses pembuatan dan pemasarannya hanya ada di Pulau Tidung saja.

Harganya  murah rasanya yang enak (gurih) serta di kemas dalam kemasan-kemasan kecil hingga tidak merepotkan saat membawanya pulang menjadi daya tarik tersendiri mengapa kerupuk ikan Pulau Tidung ini begitu sangat populer.

Harga kerupuk ikan Pulau Tidung mulai Rp5000 s.d Rp30.000 tergantung dari ukuran produsen yang menjualnya.Salah satu merek kerupuk ikan terkenal di Pulau Tidung adalah kerupuk ikan Pulau Tidung merek Me2S rasa ikannya sangat terasa tapi tidak  berbau amis.

Camilan lainnya yang bisa disantap sambil menunggu matahari terbenam atau menunggu makan malam tiba adalah  keripik sukun Pulau Tidung yang cocok untuk di jadikan sebagai sahabat santai, teman ngopi, cemilan saat nonton tv atau untuk apa saja dengan rasa asin dan manis.

Masih banyak lagi jenis makanan khas lainnya di Kepulau Seribu. Tertarik mencoba? Silakan berkunjung ke pulau yang tidak hanya menawarkan makanan yang sangat memikat, namun juga akan mengajarkan kita pelajaran hidup yang tak ternilai harganya. (Hilda Ansariah Sabri)

 

 

Leave a Reply