Menu

Sholat di Masjidil Aqsha atau Masjid al-Qibli, Maka Pahalanya 500 Kali..

Pada 7-19 Febuari 2019, Wartawan Senior  Nur Hidayat melakukan perjalanan wisata bersama keluarga besarnya mengikuti  tour wisata religi ke Mesir, Palestina, Israel, Jordan, Oman. Berikut tulisan ke delapan

JERUSSALEM, JalanJalanSeru.com: Betapa bahagia, dan bersyukurlah, bagi sebagian umat Islam yang mampu sembahyang di tiga masjid utama. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah memaksakan mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Nabawi) dan Masjid al-Aqsha.”

Bagi orang Indonesia, napak tilas menyambangi tiga mesjid di atas adalah safari perjalanan yang jauh. Perlu biaya besar, waktu yang cukup, aman dalam perjalanan, sehat. Tak berarti terlarang untuk pergi ke masjid lain. Nabi Muhammad SAW tiap Sabtu sembahyang di Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW, 622 M, waktu hijrah ke Madinah.

Masjidil Aqsha adalah kompleks seluas l.k. 14 Ha, di kota tua Jerusalem (al-Quds). Dikelilingi tembok batu tebal dan tinggi, di dalamnya ada Masjid al-Qibli, Dome of the Rock, mushala al-Marwani dan Masjid Buraq. Museum. Di dinding barat luar ada Tembok Ratapan, tempat ibadah kaum Yahudi.

Kompleks Masjidil Aqsha seluas lk. 14 hektar, dikelilingi tembok batu tinggi. Di situ ada Masjid al-Qibli, Dome of the Rock, Masjid Buraq, Tembok Ratapan.

Berkunjung ke masjid kiblat pertama umat Islam itulah kami berangkat jam 04.00 pagi yang amat dingin. Dari hotel ke Gerbang Herods jaraknya 200 m. Dari gerbang yang dijaga polisi Israel, kami melewati rumah dan toko-toktoko-toko menapaki jalan batu yang menurun, belok kiri dan kanan beberapa kali.

Sampailah kami ke pintu besar hijau, dijaga polisi Israel bersenjata, dan masuk ke taman yang luas. Melewati belasan anak tangga, tibalah kami di Dome of the Rock dan tak jauh terlihat Masjid al-Qibli (kita biasa menyebutnya Masjid al-Aqsha) yang anggun. Panjang 83 m, lebar 56 m. Kubahnya yang kehitaman berada di depan mimbar; berbeda dengan kubah masjid pada umumnya, yang terletak di tengah. Jarak masjid sekitar 800 m dari pintu gerbang Herods.

Di pintu masuk yang besar, bagian dari 7 pintu masuk, seseorang membagi teh dan kopi panas di gelas mini. Ada pula kurma dan biskuit. Permadani merah terhampar. Sebanyak 45 tiang-tiang tinggi tampak kokoh, menyangga plafon dengan ornamen yang cantik.

Mimbar dibuat pada masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi, dari 10.000 potongan kayu cedar dan lainnya. Gading dan mutiara menjadi ornamen yang sangat indah. Sayangnya, mimbar terbakar pada 1969 dan dipasang yang baru pada 2007.

Saya shalat tahiyatul masjid, tahajud 8 rakaat dan witir 3 rakaat. Di barisan depan sejumlah orang duduk di kursi, membaca dan mempelajari al Qur’an. Setelah adzan, kursi-kursi disingkirkan. Sembahyang shubuh berjamaah 2 rakaat disertai doa qunut. Tidak ada wirid seusai shalat.

Jumlah jamaah sekitar 1/3 dari kapasitas masjid 5.000 orang. Usai shalat, dekat pintu ke luar terbentang selembar kafiyeh. “Sodaqoh.. sodaqoh,” seru seseorang. Sebagian jamaah melempar dan menaruh uang di situ.

Pengemis tetap ada dan suasana dalam Dome of the rock

Banyak turis asing yang sembahyang di situ. Dari Singapura, Malaysia, China, Jepang, Turki. Lalu selfie, jeprat jepret dan merekam video. Tak ada larangan untuk itu. Ibu-ibu yang tadinya shalat terpisah juga ikutan masuk ke ruang shalat pria. Jeprat jepret itu terus berlangsung hingga di luar masjid, dekat Dome of the Rock dan bagian lainnya.

Masjid al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi oleh Nabi Adam AS, 40 tahun setelah Masjidil Haram. Berulangkali direnovasi dan diperluas. Tak cuma sekali rusak, malahan hancur, akibat pertempuran dan gempa bumi.

Bahkan ketika penguasa Romawi menduduki Jerusalem, Masjidil Aqsha dijadikan tempat pembuangan sampah. Sewaktu khalifah Umar bin Khattab berhasil menaklukkannya, Masjidil Aqsha dipugar dan difungsikan kembali sebagai tempat ibadah.

Jamaah yang sudah selesai shalat siap2 untuk keluar masjid.

Pada 1099, tentara Salib mampu menguasai Masjidil Aqsha. Shalahuddin al-Ayyubi merebutnya kembali pada 1187. Masjid dan kota Jerusalem direbut pasukan Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967. Tempat suci itu mereka kuasai hingga sekarang.

Tak ada kedamaian abadi di sana. Juli 2018, misalnya, sekitar 1.000 orang Yahudi dikawal polisi Israel memaksa masuk Masjidil Aqsha. Sebelumnya, polisi bersenjata menyerbu kompleks tersebut untuk melakukan pembersihan.

Tahun ini atau tepatnya pada 19 Febuari 2019, tepat saat kami tiba di Jakarta, pasukan Israel menyerang jamaah muslim Palestina yang sedang shalat di masjid itu. Banyak jamaah terluka dan ditangkap.

Innalilahi wainnailaihi rojiun, semoga Allah selalu menjaga Masjid Al Aqsha, tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjid Al Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

The post Sholat di Masjidil Aqsha atau Masjid al-Qibli, Maka Pahalanya 500 Kali.. appeared first on Portal Berita Bisnis Wisata.

Leave a Reply