Menu

Sinergi Kemenpar dan KKP Kembangkan Wisata Bahari Lewat Peningkatan Services Dan Nilai Tambah

Deputi Bidang Kelembagaan Pengembangan Pariwisata Kemenpar, Ahman Sya dan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Rifki Effendy Hardjanto menandatangani kesepakatan disaksikan Menpar dan Mentri KKP. 

JAKARTA, JalanJalanSeru.com: Menteri Kelautan dan Perikanan ( KKP), Susi Pudjiastuti dan Menteri Pariwisata Arief Yahya sepakat melakukan pendekatan services dan memberikan nilai tambah dalam pengelolaan wisata bahari.

Menurut Menpar, potensi wisata bahari Indonesia luar biasa karena itu pendekatan services ( pelayanan) akan terus ditingkatkan. Dulu kapal yacht yang mau masuk ke Indonesia prosesnya 21 hari, sementara negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia bisa proses masuk hanya dalam satu jam.

“ Tahun 2015 yacht yang datang hanya 750 tapi setelah pendekatannya pariwisata, cabut regulasi Clearance Approval for Indonesian Territories (CAIT), tahun lalu langsung naik 100 persen jadi 1500 kapal yacht yang masuk,” ungkapnya usai menandatangani kesepakatan bersama ( MOU) di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Jakarta, hari ini.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti juga sepakat pendekatan pariwisata yang diperlukan karena itu memberikan nilai tambah menjadi lebih penting dan menghasilkan uang yang lebih besar. Kementrian KKP memiliki pelabuhan perikanan dan pasar ikan yang bisa menjadi daya tarik wisata.

“Masalahnya adalah pelabuhan perikanan dan pasar-pasar ikan yang ada belum bisa dikunjungi wisatawan karena areanya bau amis dan kotor,” kata Susi Pudjiastuti.

Menurut dia, kerjasama kedua kementrian harus menyentuh persoalan di lapangan seperti itu sehingga bukan hanya sebatas MOU di atas kertas. Kementrian Pariwisata akan membantu KKP membuat kelompok sadar wusata dan mendidik masyarakat setempat untuk bisa melayani wisatawan.

SIkap ( attitude) melayani yang harus dibangun. DIa juga ingin masyarakat, nelayan, dan pengusaha bahari diajarkan sikap yang baik untuk menarik hati pengunjung atau wisatawan

“Kita harus bisa mencontoh Maldive ( Maladewa) sebuah pulau yang tak lebih besar dari Pulau Nias tapi penghasilannya mencapai lebih dari US$7 juta,”

Bayangkan mereka kelola satu pulau tapi hasilnya melebihi penghasilan nasional negara kita yang terkenal dengan kekayaan pulau-pulau kecil dan wisata baharinya, tambah Susi.

Melakukan pendekatan pariwisata dan meningkatkan nilai tambah dalam pengelolaan pariwisata bahari diyakini Susi akan meningkatkan kontribusi wisata bahari dari 10% menjadi 40% pada devisa pariwisata RI.

Menpar Arief Yahya dan Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti, bersama para pejabat yang akan merealisasikan kesepakatan kerjasama. ( foto: HAS)

Oleh karena itu kesepakatan yang merupakan bentuk sinergi KKP dengan Kementerian Pariwisara diharapkan dapat mendukung fasilitasi program prioritas kedua kementrian dengan prioritas kerja sama yaitu pengembangan potensi sumber daya alam wisata bahari.

Selain itu juga pengembangan sumber daya manusia dengan membangun kampus di Wakatobi, salah satu dari 10 destinasi prioritas, melakukan promosi dan pemasaran wisata bahari, pertukaran data dan informasi, peningkatan pengawasan bersama sumber daya kelautan dan perikanan dan wisata bahari, serta pemanfaatan sarana dan prasarana.

Arief Yahya mengingatkan bahwa poinnya dalam bersinergi ini adalah hasil yang luar biasa pasti caranya tidak biasa seperti berani merubah pendekatan security ke services, cabut regulasi menghambat dan saling mendukung.

KKP dan Kementerian Pariwisata menargetkan, di tahun 2019 kontribusi wisata bahari terhadap total devisa Indonesia sebesar USD 4 miliar atau sekitar 20 persin. Meningkat empat kali lipat dari yang bisa disumbangkan tahun lalu. ( Hilda Ansariah Sabri)

 

 

Leave a Reply