Menu

Tips Atasi Kulit Terbakar Matahari Saat Wisata di Pantai

JAKARTA, JalanJalanSeru.com: Terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari bisa menyebabkan kulit terbakar (sunburn). Gejala seperti kemerahan dan rasa sakit dapat muncul dalam beberapa jam setelah berjemur.

Rasa tidak nyaman dapat terjadi hingga 48 jam setelah paparan sinar matahari. Gejala terburuk terlalu lama terpapar matahari, seperti melepuh, dehidrasi, dan demam.

Dokter kulit bersertifikat, asisten profesor dermatologi di Weill Cornell Medicine dan anggota American Academy of Dermatology, Shari Lipner mengatakan tidak ada data tentang efek jangka panjang sengatan matahari. Statistik menunjukkan mengalami lima atau lebih sengatan matahari antara usia 15 dan 20 tahun dapat meningkatkan risiko melanoma atau jenis kanker kulit yang paling mematikan 80 persen.

Meskipun penggunaan tabir surya setiap hari dapat mengurangi dua kali risiko melanoma, namun tidak akan membantu Anda sembuh setelah kerusakan terjadi. Berikut ini tips mengatasi kulit terbakar akibat tersengat matahari saat berwisata menjumer diri di Pantai, seperti dilansir di Cosmopolitan, Rabu (26/12/2018):

#. Hindari matahari

Berada di bawah matahari, setelah gejala sengatan matahari muncul bisa memperburuk kondisi kulit. Menurutnya pasir, air garam, dan klorin semuanya dapat memperburuk kulit bahkan meningkatkan rasa sakit dan kemungkinan infeksi. “Jika Anda tidak dapat melepaskan diri dari pantai, maka setidaknya pakai kembali tabir surya spektrum luas dengan minimal SPF 30 ke area yang terkena dampak dan seluruh tubuh Anda yang rentan terhadap sengatan matahari. Kemudian tutupi area yang terbuka dengan pakaian. Selain itu, Anda bisa mengenakan topi lebar.

#. Bilas dengan air dingin

Karena banyak kulit terbakar tak hanya ditandai oleh kemerahan tapi juga bengkak. Mandi air dingin atau mandi dapat menenangkan kulit dengan mengurangi peradangan. Pilihlah sabun berbahan dasar oatmeal atau kedelai yang menenangkan.

#. Dinginkan dengan es batu
Letakkan es yang dibungkus handuk ke daerah yang terkena untuk pertolongan pertama. Diamkan selama lima menit, lalu aplikasikan kembali beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.

#. Oleskan pelembab
Pelembab membantu menutup lapisan atas kulit yang rusak, menawarkan perlindungan dari infeksi, dan iritasi hingga kulit memperbaiki sendiri. Lipner mengatakan pengobatan topikal terbaik, sejauh ini, adalah lidah buaya. Lidah buaya mengandung anti-inflamasi alami yang berfungsi sebagai agen pendingin. Krim hidrokortison OTC juga dibutuhkan waktu dekat, terutama jika kulit terbakar terasa gatal. Jika Anda tidak memiliki yang di atas, periksa label pada pelembab yang Anda gunakan. Bahan-bahan seperti kedelai, oatmeal, dan ceramide akan melindungi dan menyejukkan kulit. Lupakan pelembab dengan pewangi apa pun karena dapat mengiritasi kulit.

#. Minimalkan perawatan kulit
Kerusakan akibat sinar matahari dapat membuat kulit Anda lebih sensitif terhadap bahan-bahan yang biasanya Anda gunakan tanpa masalah. Hal ini bisa menjadi alergen umum yang memicu rasa gatal, ruam, atau lepuh. Usahakan gunakan perawatan sesederhana mungkin dengan pembersih dan pelembab lembut yang diformulasikan untuk kulit sensitif. Hindari masker wajah, obat jerawat, produk antipenuaan, toner keras, dan pengelupasan kulit, ditambah produk apa pun yang mengandung lidokain atau benzokain. Tahan keinginan untuk menutupi kemerahan dengan riasan.

#. Minum air
Kulit terbakar dapat membuat Anda semakin kekurangan air. Lipner merekomendasikan mengisi ulang gelas Anda sedikit lebih sering dari biasanya.

#. Gunakan obat antiperadangan

Minumlah dalam beberapa jam pertama setelah mengalami sengatan matahari dan setiap empat hingga enam jam sesudahnya sampai nyeri mereda, antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dapat mengurangi peradangan tapi juga mempercepat pemulihan.

#. Gunakan pakaian nyaman
Pakaian ketat dan tali pengikat bisa memicu radang dan lepuh menyakitkan pada kulit yang sudah rusak. Kenakan pakaian longgar yang tidak menempel di kulit. Kain sintetis seperti poliester dan campuran nilon akan membuat kulit tetap dingin.

#. Perban lepuh
Lipner menyarankan balut atau tutupi luka dengan kain kasa di siang hari. Pada malam hari, Anda dapat melepas perban dan gatal atau iritasi.

#. Jangan panik
Ketakutan tidak akan membantu Anda. Stres itu sebenarnya dapat memicu perilaku tidak sehat yang bahkan dapat meningkatkan risiko kanker. Pakailah tabir surya setiap hari. (EP)

The post Tips Atasi Kulit Terbakar Matahari Saat Wisata di Pantai appeared first on Portal Berita Bisnis Wisata.

Leave a Reply