Menu

Walau Dalam Keterbatasan Fisik, Jadikan Wisatamu Tetap Menarik

Bertualang dengan kondisi keterbatasan fisik diakui menjadi hambatan dalam setiap jengkal perjalanan keliling Indonesia yang Shinta lakukan. Apalagi perjalanan seorang diri yang ia lakukan seorang diri tidak ada yang menemani. Walaupun kondisi demikian, ia mengaku tetap bersemangat untuk melakukan perjalanannya keliling Indonesia.Medan-medan yang ditempuh Shinta beraneka ragam. Mulai dari jalan raya, jalan di tengah hutan, hingga jalan yang menanjak dan menurun. Tak jarang, ia mengalami kesulitan seperti terjatuh, motor rusak, dan terserang penyakit. Ingin menginspirasi lewat perjalanannya, Shinta membagikan tips-tips untuk para wisatawan yang berkebutuhan khusus seperti dirinya.Ketahui kemampuan

Dengan keterbatasan fisik, sudah jelas ia tak akan dapat menyamai kemampuan wisatawan yang masih sehat. Mengetahui batasan kemampuan dalam bertualang menjadi kunci keberhasilan perjalanan. Mengetahui kapan harus berhenti dan juga kapan harus melanjutkan perjalanan. Kemampuan fisik yang menjadi utama karena menurut Shinta, dengan keterbatasan ini cukup menguras energi dalam perjalanannya.

Riset

Sebelum perjalanan, riset adalah hal penting yang dilakukan. Bagi Shinta, dengan keterbatasan fisik, proses riset sangat membantu perjalanannya. Ia mendapatkan informasi melalui buku bacaan, internet, dan juga bertanya kepada masyarakat di sekitar. Hal tersebut diakui Shinta sangat membantu dalam mengetahui jalur-jalur perjalanan dan juga karakteristik obyek wisata yang ia kunjungi.

Shinta Utami Tempat tidur Shinta di salah satu obyek wisata di Papua.
Penulis : Wahyu Adityo Prodjo
Editor : I Made Asdhiana

Leave a Reply